Patihombo: Membangun pola pikir

, , , , ,

Membangun pola pikir , merupakan salah satu pesan yang di angkat oleh Bpk Purwito Nugroho dalam sambutanya pada acara pembukaan bimtek pelatihan dan pengolahan teh yang di adakan oleh dinas kehutanan dan perkebunan bersama warga patihombo dan sekitarnya yang di wakili kelompok tani "SEHAT".

 "Bela-beli Kulonprogo" yang menjadi semangat dan sukses Bupati Hasto berusaha di sampaikan dengan bahasa yang mudah di mengerti , Pak Purwito mengatakan kalau pola pikir kita masih saja seperti sekarang yang cenderung membeli barang-barang dari luar daerah padahal daerah sendiri sebenarnya melimpah ,lalu tidak segera merubah pola pikir semacam ini maka perkembangan menuju kemandirian yang di harapkan akan sulit tercapai,beliau mengambil beberapa contoh dari bambu,sayur dan yang sesuai prioritas di bidang perkebunan yaitu teh .Kita sebaiknya tidak sekedar menanan dan menjual namun juga memproduksi ,bukan seperti sekarang yang sebagian besar kita menjadi pembeli yang sebenarnya bahan mentah barang-barang tersebut sebenarnya bisa saja dari tempat kita , pada proses ini maka keuntungan berada di luar kita ,beliau kemudian masuk ke tema Bedah menoreh yang sudah berada di depan mata ,Bedah menoreh merupakan salah satu program besar yang akan menghadirkan dampak besar bagi masyarakat menoreh dan untuk warga patihombo dan sekitrnyapun ini akan berpengaruh besar,ini merupakan pilihan untuk menangkap kemajuan jaman yang sudah dekat

 "Kita akan memilih jadi penonton atau menjadi pelaku?"

Serentak para masyarakat mejawab "menjadi pelaku" ,kalau yang di harapkan adalah menjadi pelaku maka fasilitas-fasilitas yang di berikan oleh dinas-dinas terkait juga sebaiknya di optimalkan seperti salah satunya adalah pelatihan-pelatihan semacam ini.Salah satu arah dan keinginan sebagian masyarakat dalam acara ini adalah untuk menunjang terbentuknya agrowisata di wilayah patihombo dengan salah satu potensi terbesarnya di bidang perkebunan teh yang berlokasi di Gunung gilingan dan singklek .

Yogyakarta sebagian besar masyarakatnya bergantung pada wisata, pendapatan dari wisata bisa lebih besar dari hasil perkebunan itu sendiri ,contoh sukses adalah di salah satu wisata di bali dengan mengandalkan sisi tradisional mampu menjadi daerah wisata yang bertaraf internasional,bukan tidak mungkin di sinipun bisa,
Beliau juga menceritakan sedikit proses pengelolaan wisata di ayunan langit,nglinggo dan yang yang masih di patihombopun ada yaitu Goa Maria Lawangsih. Untuk kebun teh tidak semua wilayah di kulonprogo memiliki kebun teh , dan kebetulan di Patihombo ini adalah salah satu tempat yang memiliki potensi itu , kalau nantinya bisa di kelola dan di pasarkan dengan baik maka pasti akan menghasilkan ,dan pemerintah desa purwosari pada tahun 2018 inipun akan menganggarkan gasebo kusus untuk gunung gilingan ini sebagai dukungan agrowisata gunung gilingan.Namun dari semua rencana tentang kemajuan jaman yang akan kita songsong ini beliau berharap juga mewaspadai hal-hal yang sifatnya efek tidak baik yang berupa kesenjangan sosial , karena di beberapa daerah di indonesia hal tersebut juga terjadi akibat kurang siapnya masyarakat dalam menangkap kemajuan jaman ini ,kembali lagi tentang pola pikir kita yang memang sebaiknya segera kita selaraskan dengan hal ini 

" jangan sampai kita menjadi orang asing di tempat sendiri" 

Bedah menoreh yang menghubungkan sermo-kiskendo-suroloyo ini nantinya juga membutuhkan penyangga wisata dan gunung gilingan oleh pemerintah desa sudah di masukkan bersama goa kidang kencono dan Goa Maria Lawangsih menjadi penyangga wilayah kiskendo. Produk-produk lokal yang nantinya akan timbul di masyarakat dengan adanya pelatihan-pelatihan dari pemerintah ini diharapkan juga aktif dalam proses pemasaranya yang salah satunya mengikuti pameran-pameran yang di adakan pemerintah baik tingkat kecamatan ataupun lainnya ,dalam proses perijinanyapun pemerintah desa siap membantu.

 Acara ini di adakan di bawah dinas kehutanan dan perkebunan DIY dengan penanggung jawah Bu Haniah , dalam pelatihan di hari pertama ini beliau (Bu Haniah)Menguraikan banyak hal yang berkaitan dengan petani ,pengolahan sampai pemrosesan teh ,untuk membangkitkan semangat petani juga di siapkan sebuah filem pendek yang di ambil dari pelangi nusantara tentang pertanian dan pemrosesan teh di wilayah samigaluh. "Untuk kelompok sadar wisata di patihombo di harapkan lebih inovatif dalam mengkreasi tempat wisata." Beliau bersama jajaranya akan mendukung kegiatan-kegiatan yang sudah di inisiasi oleh kelompok darwis dan kelompok tani SEHAT ini , beliau hari ini juga mengundang pak lurah juga dalam kaitanya dengan dukungan , dan nantinya dinas-dinas lainya juga akn ikut mendukung ,Namun meski begitu kualitas obyek dan kualitas hasil produksi-produksi lukal juga harus di perhatikan.Seorang pembeli pasti akan mempertimbangkan kualitas,istilahnya

 " tidak mungkin pembeli akan membeli kalau kualitasnya tidak baik."

 Tidak sebatas mengharapkan dukungan terus menerus namun tidak di imbangi dengan kualitas obyek , beliau juga menambahkan pengetahuan tentang cita-cita disbun yaitu "hutan lestari dan berkembangnya agrobisnis berkelanjutan" , cita-cita ini di harapkan juga selaras dengan yang di lakukan para masyarakat pelaku pertanian dan agrowisata ini nantinya. Sebelum uraian dari Bu Haniah ,pak mantri perkebunan yang baru juga menghadiri acara ini selaku peserta untuk menambah semngat ,memberi semangat ,pesanya adalah "Tidak mengurangi tapi menambah" ,tentu dalam kaitanya tentang kebun teh . "mengubah pola pikir" ,inilah yang menjadi tugas terutama untuk mengantisipasi kemajuan jaman yang pasti akan terjadi. 
LIHAT GALERI FOTO >>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar