Jelajah alam Patihombo oleh Karangtaruna Pratama Patihombo

, , , ,

Jelajah alam patihombo.kali ini dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda karang taruna pratama patihombo mengadakan acara jelajah alam di sekitar patihombo .Dengan di adakannya acara ini kita berharap akan terjalin keakraban dari masing-masing individu para anggota karangtaruna.Ini termasuk kali pertama karang taruna patihombo mengadakan acara setelah berdiri kembali dan mempunyai nama "Karang Taruna Pratama patihombo"

Pada kegiatan kali ini disamping menjalin persatuan sesama karang taruna kita juga mengharapkan dengan di adakanya acara ini kita semakin mengenal alam sendiri, menumbuhkan rasa cinta dengan kepunyaan sendiri .Bisa di bilang patihombo memiliki kekayaan pemandangan alam yang beragam karena fenomena anak sekarang adalah lebih berprioritas pada pendidikan dan bekerja di luar daerah maka pengenalan daerah sendiri semakin berkurang , dengan di adakanya acara semacam ini maka kita bisa mengetahui alam sendiri,begitu kayanya kampung kita walaupun anggap saja dari sudut pandang keberagaman pemandangan alam . 


Patihombo wilayahnya begitu luas sehingga 1 hari tidak akan cukup untuk mengadakan kegiatan semacam ini karena tiap pos di adakan game ,jadi kita hanya mengambil beberapa tempat yang tidak begitu jauh dari kampung. 

Di mulai dari tempat pak dukuh sujiman sebelumnya di bagi menjadi 4 kelompok, kelompok 1,2,3,4 masing masing di beri bendera dan beberapa tugas seperti memfoto tempat dll,kita berjalan ke arah utara lebih dahulu melewati perbatasan dengan samigaluh untuk tujuan pertama adalah kali gondang. 

Kali gondang dahulu kala adalah tempat mata air sumber penghidupan di wilayah patihombo pojok timur-utara,disana dulunya ada pohon gondang besarmpohon ringin besar dan di bawahnya ada mata air yang besar .Keadaanya sekarang sudah berbeda pohon beringinya sudah mati dan mata airnya juga tidak sebesar dulu ,ini mengingatkan kita tentang pentingnya tanaman semacam pohon beringin untuk kelangsungan mata air di kampung kususnya di pegunungan , meskipun keadaan sudah tak seperti dulu namun kita masih bisa berfoto di pohon yang tergolong sangat besar yang menggantikan pohon gondang yang dulu , Tiap grup juga di beri misi pertama untuk berfoto disini .begitu terlihat perbandingan pohon tersebut dengan pohon sekitarnya.Kita belum bisa memperkirakan tingginya namun itu sudah cukup membuat kami kagum. 

kita meneruskan perjalanan kearah tuk dolet , sebuah sawah yang melingkar seperti stadion.di tuk dolet ini kita bisa merasakan "rasa masa lalu" karena alamnya benar-benar masih alami , dan uniknya lagi di sini terdapat sedikit keanehan yang bisa di manfaatkan menjadi spot foto yaitu sebuah pohon kelapa yang bengkok , tiap kelompok juga di wajibkan untuk berfoto disini .Pada musim kali ini tuk dolet masih belum di tanami padi karena baru mulai musim penghujan ,artinya airnya belum cukup karena tipe sawah disini adalah sawah tadah hujan , namun dengan belum di tanaminya dengan padi kita bisa menemukan tanaman genjer, tanaman genjer adalah tanaman liar yang bisa di manfaatkan untuk di sayur .Tadi malah kebetulan pemilik lahan sedang berada di sana dan beberapa peserta bahkan memetik tanaman tersebut untuk di bawa pulang. setelah melewati tuk dolet.

Sampailah kita di salah satu pos andalan yaitu sungai kecil yang indah dan eksotis ,sungai ini belum bernama namun kebiasaan turun-temurun sungai itu pemberian namanya bagian-perbagian lebih tepatnya kedung per kedung , dan kedung yang kita lewati kali ini adalah kedung duda , sebuah kedung kecil yang tidak begitu berbahaya untuk melakukan kegiatan . 




Disana di adakan game pertama yang begitu seru yaitu game pipa bocor ,yaitu tiap kelompok di harapkan mengeluarkan bola pimpong dari pipa dengan mengisinya dengan air padahal pipanya bocor banyak sekali , disinilah serunya kebersamaan terbentuk dengan alami dan seru. 



kita melanjutkan perjalanan dengan menyebrangi sungai yang dalamnya cuma di bawah lutut ,kejernihan dan air yang masih belum tercemar saat menyentuh kaki kami seolah mendatangkan perasaan ingin berlama-lama di sini.

Namun misi masih panjang dan tibalah kita di tanjakan yang sering kita sebut tanjakan "kelok sembilan".menarik bukan namanya? Tanjakan kelok sembilan di ambil dari kalimat spontanitas disebabkan dari tipe tanjakan yang hampir 90 derajat dengan sedikit ditingi-tinggikan,intinya tanjakan tersebut sangat curam namun tetap bisa di lewati karena disana sudah berbentuk jalan ,dan lewat jalan tersebut orang-orang kampung pergi keladang dan pulang juga lewat situ dengan biasa,bagi yang belum biasa ini adalah tantangan yang menarik.

Tanjakan kelok sembilan berada di wilayah alas yang bernama "mberan"yaitu ladang petani di bagian utara patihombo. setelah menyusuri lereng mberan sampailah ,kita di pos utama ke dua yaitu di wilayah alas "singklek" dulunya di sini terdapat rumah penduduk namun sudah pindah keluar jawa.. kita memanfaatkan tanah lapang di sini yaitu di bekas rumah tersebut untuk melakukan game ke dua.

Disini tiap kelompok di beri game "spider web" yaitu melewati rintangan ringan yang di buat seperti sarang laba-laba.Kebersamaan kedua tercipta disini ,sambil sebagian beristirahat kita menikmati tontonan yang kita buat sendiri.wilayah singklek berbatasan dengan alas yang bernama "mah sangar". Jangan kuatir hanya namanya saja yang sangar tapi tempatnya tetap eksotis , di sini kita melewati kerimbunan pohon yang begitu rapat sampai tanahnya lembab , didukung musim hujan pohon-pohon di sini sampai menutupi pemandangan dan kesanya "iyup".Tiap tim juga di wajibkan berfoto disini karena ini juga salah satu tempat yang menarik untuk di ekspos. 

Keluar dari hutan mah sangar kita langsung du suguhi dengan pemandangan alam yang bisa melihat arah samigaluh , pemandangan khas pegunungan yang lepas di hiasi kiri kanan rumput liar dan tanaman singkong siap panen , mungkin kalo banyak waktu kami punya pikiran untuk "parung jendal" , yaitu memanggang singkong di tempat , namun karena keterbatasan waktu dan juga belum ijin pemilik singkong akhirnya kita hanya parung dalam pikiran saja ... 


Melintasi miring ngulon sampailah kita ke kampung lagi , kali ini kita berada di kampung patihombo sebelah barat , di sinilah kita bisa melihat sunset di sore hari , banyak pilihan tempat untuk membuat moment itu . Masuk kampung jalan yang di lewati sudah corblok , dan ketika kita berjalan kita menemukan lagi suasana indah dengan jajaran pohon maoni yang lumayan mengobati keletihan karena mungkin sedikit berlebihan , bolehlah kita anggap rasanya seperti di jepang dengan daunya yang masih sedikit berguguran (padahal belum pernah ke jepang hehe) semakin masuk ke kampung kita semakin melewati rumah-rumah penduduk.

Dengan aktifitas-aktifitasnya masing masing kita menjumpai karakter-karakter ramah yang selalu menjadi kerinduan kami saat keluar daerah, merekalah orang tua kami , merekalah sedulur-sedulur kami,tetangga kami dan merekalah rumah kami.Disinilah kampung halaman kami tempat kami pulang kerumah. 

Di tengah kampung sampailah kita di tengah kampung yaitu di sebuah petilasan yang mengandung misteri dan sejarah yang sampai sekarang masih samar-samar dan dalam proses penggalian sejarah yang lebih dalam , kita menyebutnya "petilasan damarwulan" secara-turun temurun cerita itulah yang kita dengar , dan dalam artikel lain hal tersebut sudah kita ulas lebih detail di "sejarah patihombo".Masing-masing tim juga di wajibkan berfoto di sana .Petilasan damarwulan adalah berbentuk batu alam memanjang dan di kiri kananya di tumbuhi tanaman liar berbentuk daun hati berwarna hijau , tempat ini lembab dan subur .Rasanya anyes yang melegakan seolah menambah kekuatan kami untuk melanjutkan perjalanan . 

 Kita berada di kampung bagian selatan , turun menyusuri perkebuanan cengkeh dan salak ke sebuah sawah yang lumayan luas bernam , sawah pocung , di tempat itu juga di temukan sisa bendungan irigasi sebagai bukti dari masa lalu yang dulunya di gunakan untuk pembagian air , nama tempat tersebut adalah "surupan" yaitu sebuah mata air yang tak pernah mati lebih tepatnya sebuah tembusan dari sungai bawah tanah dari kumpulan aliran air dari atas wilayah kampung. 


Karena cukup luasnya sawah tersebut maka di jadukanya tempat ini sebagai pos utama terakhir kita melakukan kegiatan, di tempat ini kita melakukan beberapa game seperti pecah air,tarik tambang dan di lanjutkan dengan penghormatan kepada bendera merah putih ,menyanyikan lagu nasional dan pembacaan teks sumpah pemuda.







Disinilah ikatan pertemanan semakin kuat dan tercapailah tujuan acara ini ,kita bersatu dan senafas dengan misi sumpah pemuda oleh para pahlawan.Namun sudah bertranformasi dalam bentuk yang berbeda , bahwa pada masa ini persatuan kita bukan untuk berperang namun untuk mengisi negara ini dengan hal-hal positif, berproses bersama membangun indonesia pada umumnya dan yang paling dekat yaitu membawa kemajuan di wilayah patihombo ini.Karena kelak masa depan wilayah ini berada di tangan anak-anak muda kita ini yang sekarang di sebut karang taruna , dan inilah arti dari nama "pratama",nama yang di pakai untuk menyatukan karang taruna patihombo yaitu pra-utama, "sebuah wadah untuk menyiapkan generasi utama sebelum menjadi pelaku yang utama". 

Masih ada beberapa tempat yang belum kita selesaikan hari ini,seperti klampeyan dan benjaran karena waktu sudah sore .Kita memutuskan untuk kembali ke titik awal yaitu di tempat pak dukuh , meski belum semuanya tersambangi namun itu semua sudah lebih dari cukup manfaatnya untuk kita jadikan awal dari sebuah semangat.Ya .. inilah Semangat yang baik,kebersamaan yang indah. 


tag : patihombo purwosari girimulyo kulonprogo kulonprogo desa wisata purwosari kulonprogo lawangsih panorama desa di kulonprogo yogyakarta

3 komentar:

  1. MANTAPPP SURANTAP...
    OMK dan KARANGTARUNA, maju bersama, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh...

    BalasHapus
  2. mksih kunjunganya ..betul sekali Mb Chatarina

    BalasHapus
  3. Sesuk kudu meneh pokoke 😋😂😂

    BalasHapus