Edisi idul fitri : hikmah persatuan dalam budaya yang sudah berjalan

,
Edisi idul fitri : hikmah persatuan dalam budaya yang sudah berjalan


Hari raya idul fitri selalu menjadi moment yang baik untuk terus di lestarikan menjadi budaya positif , mari kita sejenak melihat sedikit ke atas ... ke negri kita indonesia.. di sana ada topik yang sedang terangkat yaitu pentingnya sebuah persatuan , jangan sampai persatuan kita lemah dan dengan hari raya idul fitri ini kita bisa memanfaatkan moment ini untuk menjadi sarana mempererat persatuan lewat budaya yang di sebut "badanan" .

Kita kembali ke kampung , patihombo ..
disini kami menemukan beberapa poin yang baik ...
sebuah budaya indah yang terbentuk dengan alami .

poin pertama : mayoritas penduduk di patihombo adalah non muslim.. namun di hari raya idul fitri ini seolah sudah menjadi budaya bahwa hari raya idul fitri adalah bukan hanya untuk kaum muslim saja .. namun sudah membaur menjadi budaya silahturami yang berbuah semakin eratnya persatuan dalam keberagaman .
poin dua : budaya ini rupanya juga harus di jaga sedemikian rupa , rasa canggung , pembagian waktu dan urusan pekerjaan kadang menjadi kendala , namun di beberapa rt di patihombo tercipta cara yang unik untuk mengatasi itu , di rt.16 dan 15 .. setiap hari raya idul fitri akan di adakan acara badanan bersama ... jadi semua berkumpul dalam satu tempat dan keliling ke rumah-rumah bersama-sama , dan itu di lakukan bersama-sama ... penerapan cara ini sangat efektif , menghemat waktu , meriah dan menguatkan nuansa guyup rukun satu sama lain ... acara ini sudah berlangsung 3 tahun menurut penuturan pak dukuh sebagai salah satu warga rt 16 .. beda lagi di rt 14 ... di sini caranya hampir sama namun ini di laksanakan oleh kelompok ibu-ibu saja .. lalu untuk rt 13 sudah berjalan saling kunjung keluarga per keluarga tentu semua itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing namun yang jelas guyup-rukun dan budaya ini harus selalu di jaga untuk mempererat persatuan , semoga ini juga bisa di jadikan refleksi indahnya kebersamaan agar terhindar dari perselisihan kecil yang seharusnya tidak perlu,kalau persatuan sudah bisa di terapkan dengan kuat di kampung maka di ranah yang lebih tinggipun semakin mungkin tercapai .

Kita tinggalkan tema di atas , kita bahas makanan ,, apa yang berubah ... dulu banyak makanan berat seperti jadah,geblek,gembel,lemper , tempe bacem,klemet .. sekarang 80persen makanan ringan , roti ,aneka kripik dan yang rada mencolok sekarang ini adalah soal minumnya ... rupanya semua sudah mulai beradaptasi dengan kata efektif karena rata-rata yang di sediakan adalah minuman botol gelas , dari teh , rasa buah sampai Air putih ...

apapun budaya yang berkembang selama positif buahnya maka perlu terus di jaga nilainya ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar