Patihombo in economy


Dari sudut manapun kita bisa melihat semuanya mengalir dengan baik , beternak kambing , bertani, berdagang , menjadi guru, dan melakukan semuanya dengan sistem yang terkendali dan menciptakan budaya yang harmoni .. namun lebih dalam lagi kita akan melihat apa saja yang di lakukan oleh masyarakat , memang sepertinya aktifitas di patihombo masih sama pada
umumnya dengan masyarakat sekitarnya ,kita mulai dengan dunia beternak kambing , merumput ... mencari rumput adalah kewajiban sehari-hari yang di lakukan masyarakat sebagian besar , kambing PE adalah produk ternak yang jadi andalan ,yaitu sebuah ras kambing yang unggul dari wilayah kaligesing karena kebetulan secara geografis letaknya tidak begitu jauh sehingga untuk pemasaran dan aktifitas ekonominya masyarakat patihombo lebih condong ke sana dan memang terdapat berbagai keistimewaan dan keunggulan ternak kambing jenis ini,marilah kita melihat lebih jauh tentang hal ini:

POTENSI KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE)

Keunggulan :
*.Harga lebih Tinggi.
*.Kemungkinan untuk jatuh sakit lebih kecil.
*.Produksi air susunya lebih banyak.
*.Konsumsi makannya sedikit.
*.Bisa beranak langsung 3 ekor.
*.Pertumbuhan kambing dari lahir sampaisiap kawin membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Ciri – ciri kambing peranakan etawa:

*.Bentuk Kepala melengkung.
*.Telinga Panjang, menempel pada kepala.
*.Bulu pantatnya lebat.
*.Badan panjang
*.Tinggi Badan minimal 85cm
*.Bulu Lebat.
*.Corak warna kepala hitam atau merah.
*.Bisa hidup baik bila beralaskan papan (konstruksi panggung).
*.Memilkiambing(gombel)lebar dibanding jenis lain.
*.Tanduk tampak basah, licin.

Tanda – Tanda ketika mau kawin :
*.Gelisah (Melenguh – lenguh)
*.Tidak nafsu makan.
*.Ekor digerak – gerakkan.
*.Berputar – putar dalam kamar, sambilmenggosotkanbadannya.

Pemeliharaan dan Perawatan :
*.Kambing diberi makan 1 hari 2 kali, pagi dan sore (untuk pagi porsinya lebihsedikit).
*.Kambing dimandikan satu minggu satu kali.
*.DIjemur minimal satu minggu sekali.
*.Diberikan air minum satu minggu sekali.
*.Kandang selalu dibersihkan.
*.Ada ventilasi yang memadai untuk pergantian udara.
*.Untuk tiap kamar, dengan jumlah kambing satu berukuran 1,5m x 2m.Keuntungan :
*.Kotoran bisa dimanfaatkan untuk pupukorganik.*.Bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan.
*.Susunya bisa dijual belikan dengan berbagai macam manfaat.
*.Kulit kambing bisa dimanfaatkan untuk kerajinan.

dan berikut ini nilai investasi atau nominal dari beternak etawa sesuai data 2011 ketika harga kambing berkisar 5 juta untuk satu ekornya dengan ketentuan kelas A dan siap kawin .sedangkan harga untuk saat ini 2016 tidak sama , bisa lebih tinggi atau sebaliknya karena harga kambing seperti bidang perekonomian lainya mengalami naik-turun harga

Peluang Investasi :
*.Biaya Pembuatan Kandang dibagi dua, pemelihara dan investor.Kurang Lebih total Rp 10.000.000,- untuk 4 - 5 ekor.
*.Pengadaan bibit yang sudah siap kawin,hasil bagi dua. Yang belum siap kawin investor mendapat 1/3 dari hasil.
*.Pengadaan Pejantan, disiapkan oleh investor.
*.Pengadaan suplai makanan, pemeliharaan dan perawatan, tanggung Jawab pemelihara.Harga Bibit :Jenis Kambing PE (Betina)Kriteria A(baik): Siap kawin, per ekor harga Rp 5.000.000,00 – Rp 6.000.000,00.Kriteria B(sedang): Siap Kawin, per ekor harga Rp 3.000.000,00- Rp 4.000.000,00.Kriteria C(kurang memenuhi syarat): Siap Kawin, per ekor harga Rp 2.000.000,00 – Rp 3.000.000,00Jenis Kambing PE (Pejantan)Standart, Per ekor harga Rp 5.000.000,00 – Rp 10.000.000,-

Ciri kambing yang ideal, baik(memenuhi syarat):
*.Kepala melengkung
*.Telinga panjang minimal 30cm
*.Ambing lebar
*.Bulu lebat
*.Pantat besar
*.Warna bulu: kepala hitam badan putih,tinggi kambing jantan 90-127cm dengan berat 68-91kg kambing betina tingginya 76-92cm dengan berat 36-63kgPerbandingan untuk memelihara Kambing Betina dan Jantan, 5:1

untuk bidang pertanian kita akan membahas beberapa di antaranya ,yaitu potensi yang di hasilkan oleh ladang-ladang di patihombo
Hasil hutan dan kebun yang terdapat di dusun Patihombo beraneka ragam, salah satunya yang paling diunggulkan adalah kayu Albasia atau biasa warga Patihombo menyebutnya Sengon Laut sedangkan hasil kebunnya adalah pisang.Kayu Albasia biasa digunakan sebagai rusuk-rusuk genting dan triplek karena kayu Albasia termasuk jenis kayu yang digunakan untuk bahan bangunan ringan.Adapun hasil hutan lainnya seperti kayu nangka yang biasa digunakan sebagai tiang-tiang penyangga rumah-rumah warga di dusun ini. Kayu nangka ini digunakan sebagai pengganti kayu jati yang saat ini sulit diperoleh, karena memiliki kualitas yang hampir sama. Selain kayu nangka ada pula kayu Mahoni yang digunakan sebagai bahan untuk membuat furniture dan bahan bangunan. Kayu Mahoni yang memiliki kualitas baik adalah kayu Mahoni yang sudah tua dan kita dapat memilihnya sendiri di dusun ini ,karena di dusun ini kayunya masih berbentuk batang kayu asli jadi kita bisa mengetahui kayu tersebut sudah tua atau belum, tidak seperti diperkotaan di mana kayu-kayu tersebut sudah di bentuk menjadi balok- balok kayu. Kayu Mahoni di dusun ini sering digunakan sebagai bahan untuk membuat kandang kambing, karena sebagian besar warga dusun Patihombo berternak kambing Etawa.

Selain kayu-kayu di atas ada pula kayu kelapa bambu, kayu pisang dan waru. Selain memiliki hasil kebun unggulan seperti pisang, warga- warga Patihombo juga mempunyai hasil kebun lain seperti cengkeh, salak, kopi, kelapa, labu siam, singkong dan tanaman- tanaman yang biasa digunakan warga dusun Patihomboini sebagai bahan pembuat jamu tradisional seperti mahkota dewa, sirih, temulawak, jahe, kunyit, kencur dan jeruk nipis. Tanaman tersebut bisa juga digunakan untuk membuat jamu tradisonal secara instan. Bahan-bahan yang biasanya sering di gunakan untuk membuat jamu instan antara lain seperti jahe, kunyit dan daun sirih. empon-empon menoreh adalah salah satu produk nyata di sana dan daerah sekitarnya.

Di sisi lain dari sumber daya manusia maka sebagian juga berpofesi sebagai tenaga pengajar ,sebagai guru atau pegawai negri , dan sisi lain dari patihombo ... karena patihombo adalah masih tergolong desa maka bagi sebagian masyarakat memilih untuk menjalani profesi di daerah lain , istilahnya merantau ketempat lain dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan karena mendirikan usaha atau lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga lokal dengan penghasilan yang lebih masih belum memungkinkan , disamping daya beli dan sumber daya manusia yang belum cukup , perputaran perekonomian di desa ini masih jauh jika di bandingkan di perantauan seperti contohnya di jakarta,surabaya,bandung,dan bahkan luar jawa yang notabene tempat-tempat tersebut memang ladang penghasilan yang lebih realistis dan bertambahnya pengalaman untuk kesejahteraan masing-masing dan patihombo pada umumnya .sumber:patihombo.blogspot.com

4 komentar:

  1. Lumayan menambah pengetahuan di bidang peternakan, tapi sayang nya bukan pashion saya di bidang ini

    BalasHapus
  2. kambing ya? kakek saya juga peternak kambing tpi bukan etawa
    mungkin dengan info ini bisa saya salurkan ke kakek saya

    BalasHapus
  3. untuk mnambh pengetahuan saja .. bagi yang blum tau

    BalasHapus